ISO 45001 Sebagai Standar Internasional K3 Terbaru

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk yang besar. Pembangunan industri di Indonesia dilakukan untuk membuka lapangan pekerjaan baru, memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk kegiatan ekspor. Banyaknya jumlah pekerja yang dibutuhkan suatu industri mendorong perusahaan untuk menjadikan pekerja sebagai salah satu prioritas selain pendapatan dan kepuasan pelanggan.

Pekerja dalam suatu industri harus dijamin kesejahteraannya, terutama keselamatan dalam bekerja. Untuk itu semua industri harus menerapkan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam suatu sistem manajemen di tempat kerja. K3 yang diterapkan tidak hanya diperuntukan untuk karyawan yang memiliki risiko kerja tinggi, tapi seluruhnya, termasuk top management. Sehingga seluruh bagian dalam industri harus memiliki komitmen yang sama untuk menerapkan sistem manajemen K3.

Standar untuk sistem manajemen K3 yang dapat diadopsi industri dapat bersifat nasional maupun internasional. Untuk standar nasional di Indonesia, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sedangkan untuk standar internasional terdapat standar Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001 versi 2007.

Pada tahun 2018, OHSAS 18001 telah digantikan dengan ISO 45001 untuk meningkatkan konsistensi global dan menjadikan tempat kerja lebih aman dan lebih sehat untuk semua pihak. Pembentukan ISO 45001 tetap mengacu pada OHSAS 18001 sebagai standar pendahulunya, namun terdapat beberapa penyempurnaan di dalamnya. ISO 45001 secara perlahan akan menggantikan OHSAS 18001 dalam kurun waktu tiga tahun setelah dirilis.

Penerapan ISO 45001 dipimpin oleh top management sebuah industri, standar ini bertujuan untuk menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat bagi karyawan dan pengunjung. Untuk mencapai hal ini, ISO 45001 mencangkup cara mengendalikan semua faktor yang mungkin mengakibatkan penyakit, cedera, dan dalam kasus kematian ekstrim, dengan mengurangi dampak buruk pada kondisi fisik, mental dan kognitif seseorang. ISO 45001 akan mendorong pengembangan proses sistematis yang lebih luas, serta mempertimbangkan risiko, peluang, persyaratan hukum, dan beberapa hal lainnya yang akan membantu menanamkan K3 dengan kokoh pada inti organisasi guna memperbaiki kinerja K3. Sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi karyawan dan mengurangi biaya serta waktu henti dalam proses pada industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *