Desil dalam Data Sosial Ekonomi: Pentingnya Akurasi Data dalam Pengelolaan Risiko

Published by Trust Consultant on

Akurasi pengelompokan desil dalam Data Tunggal Sosisal dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali menjadi perhatian. Sejumlah masyarakat mengaku masuk Desil 9 atau 10 meskipun merasa kondisi ekonominya masih terbatas. Persoalan tersebut menjadi penting karena data desil mulai digunakan dalam berbagai kebijakan dan program pemerintah.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa data memiliki peran penting ketika menjadi dasar sebuah keputusan. Kondisi ekonomi rumah tangga juga dapat berubah lebih cepat dibandingkan pembaruan informasi yang tersedia. Karena itu, diperlukan proses pemutakhiran, verifikasi, dan evaluasi agar data tetap menggambarkan kondisi yang relevan.

Bagi organisasi, persoalan tersebut memberikan pembelajaran yang lebih luas. Keputusan yang menggunakan informasi perlu mempertimbangkan kualitas data dan potensi risiko yang menyertainya. Prinsip tersebut sejalan dengan penerapan manajemen risiko dan penggunaan kerangka ISO 31000.

Memahami Desil dan Pentingnya Akurasi Data dalam Sistem Manajemen 

Desil merupakan pengelompokan relatif kondisi sosial ekonomi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok. Desil tidak ditentukan berdasarkan satu batas pendapatan tertentu. BPS menjelaskan bahwa pengelompokan mempertimbangkan berbagai variabel sosial dan ekonomi.

Variabel tersebut antara lain identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi tempat tinggal, kesehatan, kepemilikan aset, dan usaha. Karena menggunakan banyak indikator, posisi desil tidak selalu dapat dipahami hanya dari penghasilan seseorang. Selain itu, DTSEN bersifat dinamis dan terus mengalami pemutakhiran.

Hal tersebut memperlihatkan pentingnya data yang lengkap, relevan, dan diperbarui. Dalam organisasi, prinsip serupa berlaku ketika informasi digunakan untuk menjalankan proses dan mengambil keputusan. Sistem manajemen perlu memastikan informasi yang digunakan memiliki sumber, proses pengendalian, serta mekanisme pembaruan yang jelas. 

Kualitas Data sebagai Dasar Pengambilan Keputusan dan Pengelolaan Risiko 

Ketika data digunakan sebagai dasar keputusan, kualitas informasi menjadi bagian dari risiko yang perlu diperhatikan. Informasi yang tidak lengkap atau tidak sesuai dapat menghasilkan keputusan yang kurang tepat. Dampaknya dapat berupa kesalahan menentukan prioritas, penggunaan sumber daya yang tidak optimal, hingga munculnya risiko baru.

Karena itu, organisasi perlu memperhatikan beberapa aspek dalam pengelolaan informasi, seperti:

  • Kejelasan sumber data.
  • Kelengkapan informasi.
  • Validasi dan verifikasi data.
  • Pemutakhiran secara berkala.
  • Konsistensi penggunaan informasi.
  • Mekanisme koreksi ketika ditemukan ketidaksesuaian.

Pendekatan tersebut membantu organisasi mengurangi ketidakpastian sebelum keputusan dibuat. Dengan demikian, data tidak hanya berfungsi sebagai informasi administratif. Data menjadi bagian dari proses manajemen risiko yang mendukung pencapaian tujuan organisasi.

ISO 31000 dan Pengelolaan Risiko Berbasis Informasi

ISO 31000 memberikan prinsip dan pedoman untuk membantu organisasi mengelola risiko secara sistematis. Standar ini dapat diterapkan pada berbagai organisasi dan jenis risiko. ISO 31000 juga dapat digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk proses pengambilan keputusan.

Dalam pengelolaan risiko, organisasi perlu memahami kondisi, sumber risiko, serta kemungkinan dampaknya. Karena itu, informasi yang digunakan perlu dipertimbangkan berdasarkan relevansi dan ketersediaannya. Data yang berkualitas dapat membantu organisasi menghasilkan penilaian risiko yang lebih terarah.

Namun, ISO 31000 bukan standar sertifikasi. Standar tersebut menyediakan prinsip, kerangka, dan proses yang dapat disesuaikan dengan konteks organisasi. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat membangun proses pengelolaan risiko tanpa harus menggunakan sistem yang seragam untuk semua organisasi.

Membangun Sistem Manajemen Risiko yang Lebih Terstruktur dengan ISO 31000

Pengelolaan risiko membutuhkan proses yang dilakukan secara konsisten. Organisasi perlu mengidentifikasi risiko, menganalisis kemungkinan dan dampaknya, menentukan prioritas, serta menetapkan tindakan pengendalian. Selanjutnya, risiko perlu dipantau dan ditinjau kembali ketika kondisi mengalami perubahan.

Di sinilah kualitas informasi menjadi semakin penting. Data yang digunakan dalam penilaian risiko perlu diperbarui ketika terdapat perubahan signifikan. Dengan demikian, organisasi tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi lama atau asumsi yang sudah tidak relevan.

Seperti halnya pemutakhiran data desil, pengelolaan risiko juga membutuhkan proses evaluasi secara berkala. Perbedaannya terletak pada konteks penggunaannya. Namun, keduanya menunjukkan pentingnya informasi yang dikelola secara sistematis untuk mendukung keputusan yang lebih tepat.

Baca Juga: Tren Sertifikasi ISO 2026: Standar yang Paling Banyak Dicari Dunia Industri

Perkuat Manajemen Risiko Organisasi Bersama Trust Consultant

Fenomena perubahan desil memberikan gambaran bahwa data dapat memiliki dampak nyata ketika digunakan sebagai dasar keputusan. Karena itu, organisasi juga perlu memperhatikan bagaimana informasi dikelola dalam proses bisnisnya. Pengelolaan data yang baik dapat membantu mengurangi ketidakpastian dan mendukung proses manajemen risiko.

Trust Consultant membantu organisasi membangun pengelolaan risiko berdasarkan prinsip ISO 31000. Pendampingan dapat mencakup identifikasi risiko, analisis dan evaluasi, penyusunan kerangka pengelolaan risiko, hingga pemantauan dan evaluasi.

Jika organisasi membutuhkan jasa konsultan ISO, Trust Consultant siap membantu menyesuaikan sistem manajemen dengan kebutuhan dan konteks organisasi. Bangun pengelolaan risiko yang lebih terstruktur untuk mendukung keputusan dan pencapaian tujuan organisasi.

Hubungi Trust Consultant untuk mendapatkan pendampingan sertifikasi ISO yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan Anda. 

Konsultasi gratis : +62 811-2654-585

Request Penawaran : trustconsulting.tc@gmail.com

Instagram : @trust_consultant 

=========================================================================

Sumber Referensi

Badan Pusat Statistik, Pemutakhiran DTSEN Tingkatkan Akurasi Pensasaran. Diakses pada 18 Agustus 2026 melalui link https://www.bps.go.id/assets/news/2026/04/28/902/pemutakhiran-dtsen-tingkatkan-akurasi-pensasaran.html

International Organization for Standardization, ISO 31000:2018 – Risk Management Guidelines. Diakses pada 18 Agusus 2026 melalui link https://www.iso.org/standard/65694.html 

SuaraJogja.id, Warga Protes Perubahan Desil DTSEN dan Pemda Mendorong Klarifikasi. Diakses pada 20 Agustus 2026 melalui link https://jogja.suara.com/amp/read/2026/08/19/183649/warga-jogja-protes-desil-naik-status-miskin-masuk-desil-9-pemda-diy-minta-bps-klarifikasi 

Kontan, Penjelasan BPS Mengenai Desil 9 dan 10 serta Variabel Penentuannya. Diakses pada 18 Agustus 2026 melalui link https://nasional.kontan.co.id/news/banyak-protes-ini-penjelasan-bps-tentang-desil-cek-cara-ubah-nomor-desil-9-10 

=========================================================================

Penulis: (A)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *