Ancaman Limbah Biosida dari Data Center dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Perkembangan teknologi digital mendorong pembangunan data center di berbagai wilayah. Fasilitas ini mendukung layanan digital, komputasi awan, kecerdasan buatan, dan berbagai kebutuhan bisnis modern. Namun, pertumbuhan data center juga membawa tantangan lingkungan yang perlu diperhatikan. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan air untuk menjaga suhu peralatan tetap terkendali.
Sistem pendinginan tertentu menggunakan cooling tower dengan air yang terus disirkulasikan. Dalam proses tersebut, pengelola dapat menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme. Salah satu bahan yang digunakan adalah biosida. Oleh karena itu, pengelolaan limbah biosida menjadi bagian penting dalam mengendalikan risiko lingkungan dari operasional data center.
Mengapa Data Center Membutuhkan Ait untuk Sistem Pendinginan?
Server dan perangkat komputasi menghasilkan panas dalam jumlah besar selama beroperasi. Semakin tinggi beban komputasi, semakin besar kebutuhan untuk menjaga temperatur peralatan tetap stabil.
Salah satu metode yang digunakan adalah sistem pendinginan berbasis air. Cooling tower bekerja dengan membuang panas melalui proses penguapan dan sirkulasi air.
Menurut penelitian dalam npj Clean Water, kebutuhan air data center dipengaruhi teknologi pendinginan dan kondisi lokasi. Bahkan, sebagian fasilitas menggunakan air dalam jumlah besar untuk mendukung proses pendinginan. Perkembangan kecerdasan buatan juga meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan air tersebut. Studi terbaru menunjukkan konsumsi air data center sangat bervariasi berdasarkan desain pendinginan, iklim, dan sumber energi.
Oleh karena itu, pengelolaan air tidak cukup hanya berfokus pada jumlah konsumsi. Pengelola juga perlu memperhatikan kualitas air, bahan kimia, serta air buangan dari sistem pendinginan.
Bagaimana Limbah Biosida Dapat Muncul dari Data Center?
Cooling tower menggunakan air yang bersirkulasi untuk membantu membuang panas. Namun, kondisi hangat dan lembap dapat mendukung pertumbuhan bakteri, alga, serta organisme lainnya. Pertumbuhan tersebut dapat mengganggu perpindahan panas dan menurunkan kinerja sistem pendinginan. Oleh sebab itu, pengelola dapat menggunakan biosida untuk mengendalikan organisme yang tidak diinginkan.
Biosida merupakan bahan yang dirancang untuk menghancurkan atau mengendalikan organisme tertentu. Dalam sistem pendinginan, penggunaannya perlu dikendalikan berdasarkan karakteristik sistem dan kebutuhan pengelolaan air. Selain penggunaan biosida, sistem cooling tower juga menghasilkan air blowdown. Air tersebut dikeluarkan untuk mengendalikan peningkatan konsentrasi mineral dan zat terlarut akibat proses penguapan.
Akibatnya, air buangan dapat membawa berbagai zat dari sistem pendinginan. Jika pengelolaan tidak memadai, limbah biosida dapat menjadi salah satu aspek lingkungan yang perlu dikendalikan.
Apa Risiko Limbah Biosida terhadap Lingkungan?
Risiko limbah biosida tidak hanya ditentukan oleh jenis bahan yang digunakan. Jumlah penggunaan, konsentrasi, metode pengolahan, dan karakteristik air buangan juga memengaruhi tingkat risikonya. Pengelola perlu mempertimbangkan seluruh faktor tersebut dalam evaluasi lingkungan.
Beberapa potensi risiko yang perlu diperhatikan meliputi:
- Penurunan kualitas air apabila air buangan tidak dikelola dengan tepat.
- Masuknya zat tertentu ke badan air atau lingkungan penerima.
- Gangguan terhadap organisme akuatik apabila terjadi paparan yang tidak terkendali.
- Ketidaksesuaian dengan persyaratan lingkungan yang berlaku.
- Peningkatan risiko operasional akibat pengelolaan bahan kimia yang tidak konsisten.
- Kesulitan membuktikan efektivitas pengendalian tanpa rekaman pemantauan.
Di Indonesia, pengendalian air limbah berkaitan dengan pemenuhan ketentuan lingkungan dan persetujuan teknis. Permen LHK Nomor 5 Tahun 2021 mengatur tata cara penerbitan persetujuan teknis bidang pengendalian pencemaran lingkungan. Karena itu, pengelolaan limbah biosida perlu memperhatikan aspek teknis sekaligus kewajiban kepatuhan data center.
Baca Juga: Mengelola Dampak Data Center AI pada Lingkungan Melalui Sistem Manajemen ISO 14001
Bagaimana Data Center Mengendalikan Risiko Limbah Biosida?
Pengendalian perlu dimulai dengan mengidentifikasi seluruh aktivitas yang menggunakan bahan kimia. Perusahaan dapat memetakan sumber air limbah, jenis bahan, titik penggunaan, serta potensi dampaknya. Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar untuk menentukan pengendalian yang sesuai.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:
- Mengidentifikasi sumber air limbah dari sistem pendinginan.
- Mendata bahan kimia yang digunakan dalam cooling tower.
- Memantau parameter kualitas air secara berkala.
- Mengendalikan dosis penggunaan biosida.
- Mengelola air blowdown sesuai ketentuan.
- Memastikan prosedur pembuangan memiliki pengendalian yang jelas.
- Menyimpan bukti pemantauan dan evaluasi lingkungan.
Peran ISO 14001 dalam Mengendalikan Risiko Lingkungan Data Center
ISO 14001 menyediakan kerangka sistem manajemen lingkungan untuk membantu organisasi mengelola dampak lingkungan. Standar ini mencakup identifikasi aspek lingkungan, kewajiban kepatuhan, sasaran lingkungan, pengendalian operasional, dan evaluasi kinerja.
Dalam konteks data center, perusahaan dapat memasukkan penggunaan air, bahan kimia, sistem pendinginan, dan air limbah dalam identifikasi aspek lingkungan. Selanjutnya, organisasi dapat menentukan risiko serta pengendalian berdasarkan kondisi fasilitas dan kewajiban yang berlaku.
Penerapan ISO 14001 dapat membantu perusahaan:
- Mengidentifikasi aspek dan dampak lingkungan.
- Menentukan risiko lingkungan yang perlu dikendalikan.
- Mengelola penggunaan air dan bahan kimia.
- Menetapkan prosedur pengendalian operasional.
- Memantau kinerja lingkungan secara berkala.
- Mengevaluasi kepatuhan terhadap persyaratan lingkungan.
- Melakukan tindakan korektif dan peningkatan berkelanjutan.
ISO menerbitkan ISO 14001:2026 sebagai edisi terbaru standar sistem manajemen lingkungan pada April 2026. Edisi tersebut memperkuat fokus pada perlindungan lingkungan, efisiensi sumber daya, risiko, kepatuhan, dan peningkatan kinerja lingkungan.
Hubungi Trust Consultant untuk mendapatkan pendampingan implementasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan Anda.
Konsultasi gratis : +62 811-2654-585
Request Penawaran : trustconsulting.tc@gmail.com
Instagram : @trust_consultant
==============================================================================
Sumber Referensi
ISO — ISO 14001:2026, standar terbaru sistem manajemen lingkungan. ISO 14001:2026 – ISO
RIVM — kajian 2026 mengenai emisi biosida dari sistem pendinginan terbuka. Environmental emissions of cooling water biocides – RIVM
Nature – npj Clean Water — penelitian mengenai konsumsi air pada data center. Data centre water consumption – npj Clean Water
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI — Permen LHK No. 5 Tahun 2021 mengenai persetujuan teknis dan pengendalian pencemaran lingkungan.
==============================================================================
Penulis: (A)
0 Comments