Pentingnya Penggunaan Simbol dan Label dalam Pengelolaan B3

Published by Trust Consultant on

Bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah komponen yang bersifat destruktif dan berbahaya bagi lingkungan. Seperti namanya, komponen ini memiliki tingkat kerusakan besar ketika mempengaruhi permukaan, terutama ketika terpapar pada tubuh manusia. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari semua hal terkait B3, mulai dari definisi hingga pentingnya menggunakan simbol dalam pengelolaannya. 

Kasus Seorang Kades Tak Sengaja Minum Air Aki di Sulawesi Selatan

Pada tanggal 13 April lalu, terjadi insiden yang kurang mengenakkan yang menimpa seorang Kepala Desa di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, bernama Widayanto. Dikabarkan bahwa Widayanto tidak sengaja meminum air aki yang disimpan di dalam kulkas rumahnya. Insiden bermula saat ibu Widayanto, Sitim, menemukan air dalam kemasan botol di atas meja. Sang ibu mengira bahwa botol tersebut berisi air mineral biasa, sehingga Ia berinisiatif untuk menyimpannya di kulkas. 

Widayanto, yang baru saja pulang langsung meminum air tersebut. Korban tiba-tiba merasa kesakitan hingga berteriak. Kemudian korban pun segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Kejadian tersebut membuat WIdayanto sempat kesulitan berbicara karena tenggorokannya mengalami iritasi, beruntung, kesehatan korban dapat segera membaik.

Apa Itu Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)?

Berdasarkan PP No. 74 Tahun 2001, definisi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah bahan yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan hidup dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Dalam kasus ini, air aki termasuk dalam golongan B3 karena mengandung asam sulfat yang bersifat korosif dan bisa mengakibatkan iritasi pada tubuh. 

Oleh karena itu, pengelolaan dan penanganan B3 yang meliputi kegiatan menghasilkan, mengangkut, mengedarkan, menyimpan, menggunakan dan membuang B3 harus dilakukan secara baik dan benar. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan sehingga bahan berbahaya tersebut tidak mencemari lingkungan dan tidak membahayakan makhluk hidup lainnya. Berdasarkan contoh kasus di atas, salah satu langkah pengelolaan yang tepat adalah dengan pemberian simbol dan label pada kemasan B3.

Bagaimana Penggunaan Simbol dan Label Dalam Pengelolaan B3?

Dalam pengelolaan B3, penggunaan simbol dan label merupakan hal yang sangat penting. Ini menunjukkan klasifikasi bahan – bahan agar memudahkan identifikasi yang kemudian akan menentukan prosedur pengelolaannya. Berikut adalah lima jenis simbol B3 yang dapat digunakan:

  • B3 bersifat mudah meledak (explosive). Simbol ini digunakan untuk menandai bahan yang dapat meledak pada suhu dan tekanan standar (250C, 760 mmHg). Bahan ini juga menimbulkan kebakaran atau melalui reaksi kimia/fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dapat merusak lingkungan sekitarnya dengan cepat.

simbol B3 explosive

Sumber: environment-indonesia.com

  • Klasifikasi B3 bersifat pengoksidasi (oxidizing). Bahan berbahaya yang harus diberi label ini adalah bahan yang melepaskan banyak panas atau menyebabkan api ketika bereaksi dengan bahan kimia lainnya, terutama yang cenderung mudah terbakar meskipun dalam keadaan hampa udara.

simbol B3 oxidizing

Sumber: menlhk.go.id

  • Bersifat mudah menyala (flammable). Simbol untuk bahan yang memiliki karakteristik diantaranya; mudah terbakar karena kontak dengan udara pada temperatur ambien, padatan yang mudah terbakar karena kontak dengan sumber nyala api, dan gas yang mudah terbakar pada suhu dan tekanan normal.

simbol B3 flammable

Sumber: menlhk.go.id

  • B3 bersifat beracun (toxic). Menjadi penanda untuk bahan yang memiliki karakteristik diantaranya, mengandung sifat racun bagi manusia yang dapat menyebabkan keracunan atau sakit yang cukup serius, serta sifat bahaya toksisitas akut.

simbol B3 toxic

Sumber: menlhk.go.id

  • Bahan berbahaya & beracun yang bersifat iritasi (irritant). Simbol yang digunakan pada bahan padatan atau cairan yang jika terjadi kontak secara langsung atau terus menerus dengan kulit/selaput lendir dapat menyebabkan iritasi atau peradangan. Selain itu, juga bahan dengan sensitasi pada kulit yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit, atau iritasi/kerusakan parah pada mata.

simbol B3 irritant

Sumber: menlhk.go.id

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan berbahaya dan beracun (B3) tidak boleh disimpan dalam wadah yang tidak diberi label dan simbol. Wadah atau kemasan tersebut harus memuat keterangan dan informasi yang lengkap terkait bahan yang ada di dalamnya. Bukan hanya itu, B3 juga tidak boleh diletakkan di sembarang tempat, untuk menghindari kemungkinan tertukar dengan cairan lain yang dianggap tidak berbahaya. Area seperti kamar atau dapur sangat tidak dianjurkan untuk meletakkan cairan B3. 

Informasi selengkapnya terkait penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan cara penerapan pengelolaan limbah B3, dapat menghubungi kontak di bawah ini:

More Information: Jasa Konsultan Sertifikasi ISO 45001:2018 di Jawa Tengah

Telepon: 0274-497667

Whatsapp: 0811-2844-123 

=============================================================================================

Sumber Referensi:

  1. Detik. 15/04/2025. Jeritan Kades di Lutim Usai Minum Air Aki yang Dimasukkan Ibunya ke Kulkas. Diakses pada 21/04/2025. https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7869208/jeritan-kades-di-lutim-usai-minum-air-aki-yang-dimasukkan-ibunya-ke-kulkas
  2. Indonesia Environment & Energy Center. Apa itu B3 ? Apa saja Simbolnya?. Diakses pada 21/04/2025. https://environment-indonesia.com/articles/apa-itu-b3-apa-saja-simbolnya/
  3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Pengelolaan B3. Pengertian B3. Diakses pada 21/04/2025. https://sib3pop.menlhk.go.id/articles/view?slug=informasi-b3

=============================================================================================

Penulis : (S)

Daftar untuk download artikel



    0 Comments

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *