Membangun Kepercayaan Konsumen melalui ISO 22716 di Tengah Ancaman Kosmetik Ilegal

Published by Trust Consultant on

iso 22716

Peredaran kosmetik ilegal kembali menjadi sorotan setelah BPOM menemukan banyak produk tanpa izin edar dan tidak memenuhi standar keamanan. Sepanjang akhir 2024, BPOM menyita kosmetik ilegal senilai Rp 8,91 miliar dari empat wilayah Indonesia. Temuan itu meliputi produk tanpa nomor izin edar, tanpa label jelas, serta mengandung bahan berbahaya.

Pada awal 2025, situasinya semakin mengkhawatirkan. BPOM kembali menemukan produk kosmetik ilegal senilai Rp 31,7 miliar yang banyak beredar melalui e-commerce dan media sosial. BPOM juga mengingatkan influencer untuk tidak sembarangan mempromosikan produk tanpa izin edar karena dapat membahayakan masyarakat. 

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa kosmetik ilegal tetap menjadi ancaman serius. Produk ini sering mengandung zat berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan pewarna tekstil. Selain membahayakan kesehatan kulit, kosmetik ilegal merusak kepercayaan konsumen terhadap industri kosmetik secara keseluruhan.

Apa Itu ISO 22716 dan Mengapa Penting untuk Industri Kosmetik?

ISO 22716 adalah standar internasional terkait Good Manufacturing Practices (GMP) untuk industri kosmetik. Standar ini memberikan pedoman lengkap untuk memastikan produk aman, bermutu, dan diproduksi secara konsisten. Standar ini mencakup 3 pilar utama:

  1. Organisasi dan personel
    Fokus pada pelatihan, tanggung jawab, dan kompetensi tenaga kerja.
  2. Peralatan, bahan baku, dan fasilitas
    Mengatur penyimpanan, kebersihan, kualitas bahan baku, dan kondisi fasilitas produksi.
  3. Proses produksi, penyimpanan, dan distribusi
    Mengatur setiap tahap proses untuk memastikan keamanan dan mutu produk.

Menurut berbagai lembaga sertifikasi resmi, ISO 22716 membantu produsen memperkuat tata kelola mutu melalui dokumentasi yang baik, audit internal, serta pengendalian lingkungan produksi. Dengan demikian, ISO 22716 menjadi fondasi penting untuk memastikan produk kosmetik aman sebelum sampai ke konsumen.

iso 22716 gmp kosmetik

Bagaimana ISO 22716 Menangkal Peredaran Kosmetik Ilegal

Kosmetik ilegal beredar tanpa proses produksi jelas. Tidak ada kontrol bahan baku, tidak ada pengujian keamanan, dan tidak ada pelacakan produk. Di sinilah ISO 22716 berperan penting.

  1. Kontrol Bahan Baku dan Pemasok
    ISO 22716 memastikan produsen hanya menggunakan bahan yang sudah diverifikasi. Setiap pemasok harus memenuhi standar keamanan yang dibuktikan melalui dokumen dan pemeriksaan rutin.
  2. Dokumentasi dan Jejak Audit (Traceability)
    Setiap proses dicatat. Jika terjadi penyimpangan, produsen bisa segera menarik produk dari pasar dan menemukan akar masalahnya. Hal ini tidak mungkin dilakukan pada produk ilegal.
  3. Pengawasan Produksi yang Ketat
    ISO 22716 mengatur sanitasi fasilitas, kebersihan operator, alur material, serta kalibrasi peralatan. Dengan sistem kontrol seperti ini, risiko kontaminasi dan pemalsuan jauh lebih rendah.
  4. Edukasi Konsumen dan Transparansi Produk
    Perusahaan yang menerapkan ISO 22716 dapat menyampaikan klaim keamanan dan kualitas berdasarkan bukti. Ini membantu konsumen mengenali produk yang benar-benar aman.

Manfaat Penerapan ISO 22716 bagi Produsen dan Konsumen

Penerapan ISO 22716 memberi banyak manfaat strategis, di antaranya:

  1. Meningkatkan kepercayaan konsumen karena produk diproduksi melalui proses yang terstandar.
  2. Mengurangi risiko penarikan produk akibat kontaminasi atau cacat mutu.
  3. Memenuhi tuntutan regulasi, termasuk persyaratan BPOM dalam pendaftaran produk kosmetik.
  4. Mempermudah ekspansi ke pasar global yang mewajibkan GMP.
  5. Meningkatkan reputasi merek, khususnya saat berhadapan dengan maraknya kosmetik ilegal.

Pada saat kosmetik palsu membanjiri e-commerce, sertifikasi menjadi pembeda penting yang menunjukkan kredibilitas suatu produsen.

Baca Juga: Menjaga Keamanan dan Kualitas Kosmetik dengan Standar BPOM dan ISO 22716

Tantangan Menerapkan ISO 22716 dan Cara Mengatasinya

Meski penting, penerapan ISO 22716 tetap menghadirkan tantangan:

  1. Biaya implementasi dan sertifikasi bisa cukup besar bagi UMKM.
  2. Kebutuhan dokumentasi ketat menuntut kedisiplinan prosedur.
  3. Audit berkala mengharuskan perusahaan mempertahankan standar tinggi.
  4. Kontrol bahan baku perlu ditingkatkan agar sesuai persyaratan GMP.

Namun, tantangan tersebut dapat teratasi dengan:

  1. Pendampingan konsultan berpengalaman,
  2. Pelatihan rutin bagi tim produksi,
  3. Sistem dokumentasi digital,
  4. Evaluasi pemasok secara berkala.

Bagi perusahaan yang ingin memperkuat standar keamanan, dukungan profesional menjadi strategi efektif untuk mempercepat adaptasi GMP.

    Kesimpulan

    Peredaran kosmetik ilegal membahayakan jutaan konsumen dan merusak kepercayaan terhadap industri kosmetik. Dengan meningkatnya temuan BPOM dari tahun ke tahun, jelas bahwa pengawasan dan standar keamanan harus diperkuat. ISO 22716 hadir sebagai solusi strategis melalui pedoman GMP yang memastikan keamanan, kualitas, dan transparansi dalam proses produksi.

    Dengan menerapkan ISO 22716 secara konsisten, perusahaan dapat meningkatkan kualitas produk, melindungi konsumen, dan menjaga reputasi merek. Di tengah maraknya kosmetik ilegal di e-commerce, penerapan standar ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi komitmen terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

    =========================================================================

    Sumber Referensi

    BPOM, BPOM Temukan Peredaran Kosmetik Ilegal dari 4 Wilayah di Indonesia. Diakses pada 17 November 2025 melalui link https://www.pom.go.id/siaran-pers/bpom-temukan-peredaran-kosmetik-ilegal-dari-4-wilayah-di-indonesia-senilai-lebih-dari-rp8-91-miliar 

    BPOM, Intensifkan Pengawasan, Rp31,7 Miliar Kosmetik Ilegal Ditemukan. Diakses pada 17 November 2025 melalui link https://iseoblue.com/post/iso-27001-control-8-24-use-of-cryptography/ 

    International Organization of Standardization, ISO 22716:2007(en) Kosmetik — Cara Pembuatan yang Baik (CPOB) — Pedoman Cara Pembuatan yang Baik. Diakses pada 18 November 2025 melalui link https://www.iso.org/obp/ui/en/#iso:std:iso:22716:ed-1:v2:en 

    Qonita Azzahra, Cantik dengan Resiko: Ancaman di Balik Kosmetik Ilegal. Diakses pada 19 November 2025 melalui link https://intelijen.pom.go.id/hot-issue/cantik-dengan-resiko-ancaman-dibalik-kosmetik-ilegal

    =========================================================================

     

    Daftar untuk download artikel



      0 Comments

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *